https://ejurnal.ulbi.ac.id/index.php/logistik/issue/feedJurnal Logistik Bisnis2026-08-14T16:38:47+07:00M. Ardhya Bisma[email protected]Open Journal Systems<p style="text-align: justify;">Jurnal Logistik Bisnis diterbitkan oleh Program Studi Administrasi Logistik dan Program Studi Logistik Bisnis Universitas Logistik dan Bisnis Internasional. Redaksi mengundang para professional di dunia Industri, pendidikan dan peneliti untuk menuliskan hasil karya ilmiah dan pengalaman praktis di lapangan terkait implementasi <em>logistics </em>dan <em>supply chain</em>. Jurnal Logistik Bisnis diterbitkan 2 kali dalam satu tahun pada rentang bulan Mei-Juni dan November-Desember.</p>https://ejurnal.ulbi.ac.id/index.php/logistik/article/view/5033Financial Feasibility Disruption of GoTo Super App Platform Post-Regulatory Intervention of Presidential Regulation (Perpres) Number 27 of 2026: The Cushioning Effect of Logistics Segment2026-07-15T15:30:03+07:00Aditia Sovia Pramudita[email protected]<p><em>The research aim to analyze the regulatory disruption impact of Presidential Regulation (Perpres) Number 27 of 2026 toward the financial feasibility of PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo). This regulation intervenes in the gig economy sector working relations by limiting the maximum platform commission deduction (take rate) to 8% and obligating the provision of social security for driver partners (Republik Indonesia, 2026). Through a quantitative approach in the form of sensitivity analysis and financial simulation based on Q1 2026 consolidated financial statements, this research found that the regulation exposes 63.10% of GoTo's total net revenue to direct margin erosion risk. Without mitigation steps, the potential revenue decrease is estimated to reach IDR 616.44 billion per quarter, which is projected to drag the company back into a net deficit of IDR 445.70 billion in the next quarter. However, the ecosystem functional analysis shows a significant "cushioning effect" from the logistics segment (GoSend API) and financial services integration (GoPay) which are isolated from the regulation. The super app horizontal diversification model is proven to be an effective portfolio hedging instrument in mitigating sectoral regulatory risks.</em></p>2026-08-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Logistik Bisnishttps://ejurnal.ulbi.ac.id/index.php/logistik/article/view/5115Demand Forecasting Produk Teh Seduh Goalpara Menggunakan Double Exponential Smoothing Holt Berbasis Genetic Algorithm Pada Industri Hilir Teh (IHT) Panglejar PT Perkebunan Nusantara I Regional 22026-07-15T19:37:38+07:00Ekra Sanggala[email protected]Rodiyah Delina[email protected]Amri Yanuar[email protected]<p>Industri Hilir Teh (IHT) Panglejar PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 menghadapi permasalahan ketidaksesuaian antara realisasi produksi dan penjualan aktual produk teh seduh Goalpara, dengan nilai RMSE sebesar 14.111 kg pada periode Januari 2025–Maret 2026. Penelitian ini menggunakan metode Double Exponential Smoothing Holt (DES Holt) untuk meramalkan penjualan aktual berdasarkan pola tren data historis, serta Genetic Algorithm (GA) sebagai pendekatan metaheuristik untuk mengoptimasi parameter alpha (α) dan beta (β) agar menghasilkan nilai RMSE terkecil. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan data historis penjualan aktual sebagai input utama. Hasil optimasi menggunakan Genetic Algorithm yang diverifikasi dengan Excel Solver menghasilkan nilai parameter optimal α = 0,93 dan β = 0,18 dengan RMSE sebesar 1.734 kg. Hasil peramalan menunjukkan tren penurunan permintaan dari 21.299 kg pada April 2026 menjadi 15.065 kg pada September 2026. Kombinasi metode DES Holt berbasis Genetic Algorithm terbukti menghasilkan peramalan yang lebih akurat dan dapat dijadikan dasar penyesuaian rencana produksi yang lebih responsif terhadap kondisi aktual pasar, sehingga potensi overstock maupun stockout dapat diminimalisir.</p>2026-08-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Logistik Bisnishttps://ejurnal.ulbi.ac.id/index.php/logistik/article/view/5053Optimasi Portofolio Multisaluran Digital pada Hotel Butik: Analisis Sentimen Berbasis Aspek dan Pemodelan Utilitas Saluran Distribusi di Kota Bandung2026-07-04T07:31:31+07:00Tamadara Hilman[email protected]<p>Ketergantungan kronis hotel butik independen terhadap platform pihak ketiga memicu ketidakseimbangan margin laba akibat beban komisi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bauran saluran distribusi (<em>channel mix strategy</em>) dengan mempertemukan preferensi kenyamanan konsumen dan struktur biaya internal manajemen hotel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (<em>mixed-methods</em>) melalui pendekatan <em>Aspect-Based Sentiment Analysis</em> (ABSA) berbasis Python dan pemodelan fungsi utilitas bauran saluran. Sampel penelitian mencakup tiga hotel butik independen di Kota Bandung dengan total 321 ulasan konsumen yang dikumpulkan selama periode 12 bulan pada tiga poros platform: Traveloka (transaksional), TikTok (visual), dan <em>Google Business Profile</em> (langsung). Hasil analisis sentimen bersih (<em>Net Sentiment Score</em>) menunjukkan bahwa Traveloka memimpin kepuasan konsumen pada aspek keuangan (95,00%) dan aksesibilitas visual (77,78%). Namun, setelah diintegrasikan dengan fungsi utilitas biaya operasional, <em>Google Business Profile</em> selaku saluran langsung menghasilkan nilai efektivitas tertinggi (), mengungguli Traveloka () dan TikTok (). Efisiensi biaya komisi 0% terbukti mampu mengompensasi keterbatasan fitur transaksional saluran langsung. Penelitian ini memunculkan konsep "Kompensasi Komisi-Utilitas" sebagai instrumen taktis bagi akomodasi mandiri dalam memangkas biaya komisi tanpa mengorbankan pengalaman konsumen.</p>2026-08-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Logistik Bisnishttps://ejurnal.ulbi.ac.id/index.php/logistik/article/view/5095Analisis Efisiensi Picker Gudang Menggunakan Data Envelopment Analysis: Studi Kasus Segmentasi Tugas Eceran dan Borongan Pada Perusahaan Fashion Ritel2026-07-11T18:09:15+07:00Amri Yanuar[email protected]<p><em>Efisiensi tenaga kerja picker merupakan salah satu penentu utama kinerja operasional gudang pada perusahaan ritel fashion berbasis e-commerce. Penelitian ini bertujuan mengukur efisiensi picker menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) pada studi kasus sebuah perusahaan fashion ritel di Indonesia, dengan data transaksi picking harian selama periode November 2025–Juli 2026 (3.381 transaksi, 17 picker). Berbeda dengan penelitian DEA picker sebelumnya yang umumnya memperlakukan seluruh picker sebagai unit yang homogen, penelitian ini terlebih dahulu melakukan segmentasi tugas berdasarkan rasio kuantitas per transaksi, menghasilkan dua kelompok yang secara struktural berbeda: picker eceran (unit tunggal per transaksi) dan picker borongan (puluhan hingga ratusan unit per transaksi). Unit analisis (DMU) yang digunakan adalah picker-hari, bukan picker secara agregat, untuk memperoleh jumlah observasi yang memadai (362 DMU kelompok eceran; 358 DMU kelompok borongan). Model CCR dan BCC berorientasi output diterapkan dengan input berupa jam kerja aktif dan output berupa kuantitas serta jumlah transaksi, dilengkapi analisis scale efficiency dan super-efficiency (Andersen–Petersen). Data dibersihkan terlebih dahulu dari 6,2% transaksi dengan durasi tidak wajar (>2 jam), yang diidentifikasi sebagai anomali sesi pencatatan waktu pada sistem, bukan waktu kerja aktual. Hasil menunjukkan efisiensi rata-rata BCC berkisar 0,25–0,66, dengan scale efficiency yang secara konsisten rendah (0,08–0,79), mengindikasikan bahwa sebagian besar inefisiensi bersumber dari skala kerja harian yang tidak konsisten, bukan dari inefisiensi teknis picker itu sendiri. Temuan ini memberikan implikasi manajerial berupa perlunya penjadwalan kerja yang lebih konsisten serta kerangka metodologis bagi penelitian efisiensi tenaga kerja gudang yang memperhatikan homogenitas DMU dan kualitas data transaksional.</em></p>2026-08-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Logistik Bisnishttps://ejurnal.ulbi.ac.id/index.php/logistik/article/view/5244Peran Konsistensi Informasi dalam Membentuk Kualitas Layanan Logistik dan Kepercayaan Pelanggan pada Jasa Kurir Berbasis Marketplace2026-08-14T16:38:47+07:00Reza Fayaqun[email protected]Dani Leonidas Sumarna[email protected]Febriani Sulistiyaningsih[email protected]<p>Peningkatan digitalisasi layanan logistik pada marketplace telah mengubah cara pengguna berinteraksi dengan layanan kurir, di mana proses pengiriman semakin dimediasi oleh sistem informasi seperti pelacakan pengiriman dan notifikasi status secara real-time. Dalam konteks ini, konsistensi informasi menjadi faktor penting yang memengaruhi persepsi pengguna terhadap kualitas layanan dan kepercayaan. Namun, kajian logistics service quality (LSQ) selama ini masih lebih menekankan aspek operasional dan relatif terbatas dalam mengkaji peran kualitas informasi secara spesifik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh information consistency terhadap logistics service quality dan customer trust, serta menguji peran mediasi logistics service quality dalam hubungan tersebut.<br />Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pengguna layanan kurir berbasis marketplace. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan pendekatan two-stage latent variable scores untuk memodelkan konstruk tingkat tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa information consistency berpengaruh positif dan signifikan terhadap logistics service quality. Selain itu, logistics service quality berpengaruh signifikan terhadap customer trust. Information consistency juga terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap customer trust. Hasil uji mediasi mengonfirmasi bahwa logistics service quality memediasi secara parsial hubungan antara information consistency dan customer trust.<br />Temuan penelitian ini menegaskan bahwa konsistensi informasi merupakan faktor kunci dalam membentuk persepsi kualitas layanan logistik dan kepercayaan pengguna layanan kurir digital. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian logistics service quality dengan menempatkan information consistency sebagai antecedent strategis. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi penyedia layanan kurir dan pengelola marketplace logistik untuk memprioritaskan pengelolaan konsistensi informasi lintas sistem dan kanal layanan guna meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan pelanggan.</p>2026-08-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Logistik Bisnis